loading...
Home » » Manifesto Temu Nasional Aktivis Perempuan Nasional

Manifesto Temu Nasional Aktivis Perempuan Nasional

Kami, aktivis perempuan Indonesia yang berasal dari 28 provinsi, berkumpul untuk menguatluaskan gerakan perempuan. Kami, bersama seluruh kekuatan perempuan dan kekuatan sosial lain berupaya melakukan perubahan tatanan masyarakat yang lebih
adil, sejahtera dan berdaulat. Kami, berkumpul atas dasar kebutuhan bersama demi kesamaan visi dan nilai-nilai yang menjunjung tinggi penghormatan atas hak asasi perempuan, pluralisme, anti diskriminasi, anti kekerasan, keadilan gender, dan keadilan sosial.

Persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan secara struktural, berakar dari sistem budaya patriarkis yang membuat hubungan laki-laki dan perempuan tidak setara. Hal ini sangat nampak pada kebijakan yang tidak berpihak pada perempuan dan semakin lemahnya peran negara untuk melindungi warganya akibat tekanan globalisasi. Dalam sektor ekonomi, negara lebih memberikan perlindungan kepada pemilik modal daripada menjaga sumber daya alam dan mensejahterakan perempuan. Pemiskinan secara struktural berakibat pada sulitnya perempuan mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan dasar. Perempuan secara sistematis, telah dikondisikan untuk tidak berpeluang memikirkan wilayah publik dan mengambil keputusan yang sebenarnya juga menentukan keberlangsungan hidupnya, serta tidak mempunyai posisi sebagai pengambil keputusan
bersama untuk sektor publik. Demikian juga dalam pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di masa lalu yang terjadi di Aceh, area konflik maupun Peristiwa Mei 1998, belum mendapatkan penyelesaian yang berarti. Berdasarkan persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan, berbagai kekuatan perempuan yang berkumpul di dalam Temu Nasional Aktivis Perempuan Indonesia sebagai ajang konsolidasi gerakan
perempuan,perlu mengadakan sinergi antar organisasi perempuan sebagai peneguhan terhadap apa yang telah diperjuangkan selama ini. Gerakan perempuan sebagai bagian dari gerakan sosial, memiliki agenda bersama untuk membangun kesadaran kritis masyarakat berbasis gender. Kami yakin perubahan terhadap kondisi perempuan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bersama dengan seluruh elemen gerakan sosial. Kami juga yakin, bahwa demokrasi juga tidak akan pernah terwujud tanpa keterlibatan perempuan.

Oleh karena itu, maka kami atas nama aktivis perempuan Indonesia, menuntut kepada Negara untuk :

1. Menjamin perlindungan terhadap perempuan dan kelompok minoritasdari segala bentuk ancaman dan sub-ordinasi gender berdasarkan ras,agama, etnis, kelas, usia, diffable, pilihan politik dan orientasiseksual;
2. Membuat kebijakan yang sensitif gender dan mengamandemenkebijakan yang merugikan perempuan;
3. Mengoptimalkan kebijakan pengarusutamaan gender danpenanggulangan kemiskinan serta menolak pembangunan berbasis utang
4. Menghentikan dan menolak privatisasi di sektor strategis yangdidorong oleh lembaga-lembaga keuangan internasional, Perusahaan Multinasional dan WTO, serta melakukan upaya penghapusan utang luarnegeri (illegitimate debt).
5. Memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak warga negara, perempuan, masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat,
6. Mengalokasikan anggaran yang sensitif gender dan berpihak pada rakyat untuk peningkatan kesejahteraan
7. Pada bidang politik, Negara harus menjamin pemenuhan hak politik perempuan melalui perubahan sistem, salah satunya dengan melakukan revisi UU Pemilu yang lebih akomodatif dan memberi akses terhadap kepentingan perempuan;
8. Menindak tegas lembaga-lembaga yang mengatasnamakan agama dalam melakukan
tindakan-tindakan yang menghancurkan gerakan perempuan, merongrong ideologi bangsa, dan mengancam NKRI
9. Menjamin perempuan mendapat kesempatan memperoleh pendidikan gratis dan berkualitas dan pelayanan kesehatan yang sensitif gender,termasuk masalah kesehatan reproduksi dan HIV/AIDs;
10. Membangun sistem penanggulangan bencana alam dan konflik sosial,termasuk pemulihan yang sensitif terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan.
11. Segera menuntaskan pelanggaran hak-hak asasi manusia/perempuan di masa lalu.


Asrama Haji Pondok Gede, 31 Agustus 2006
Temu Nasional Aktivis Perempuan Indonesia


Catatan dari saya:
Manifesto ini saya peroleh di koalisiperempuan(dot)or(dot)id. Manifesto para aktivis perempuan Indonesia ini patut (malah wajib) mendapat perhatian dari semua pihak. Agar kita (siapa pun dan dari mana pun) sedikit-banyak memberikan dukungan pada perjuangan kaum perempuan.

Untuk mengetahu lebih lanjut tentang gerakan perempuan, jelasnya ihwal koalisi perempuan indonesia dapat menghubungi alamat berikut:

KOALISI PEREMPUAN INDONESIA
Jl. Siaga I No.2B RT/RW.003/05 Pejaten Barat, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12510
Tel./Fax.: 021-7918-3221 / 7918-3444/ 91000-76.
Email : sekretariat@koalisiperempuan.or.id

0 komentar: