Home » , , , » Partai Amanat Nasional dan Simpati bagi SB

Partai Amanat Nasional dan Simpati bagi SB


DPP PAN yang sedang melakukan konsolidasi internal jelas sekali sedang menghadapi masalah kekompakan para pengurusnya. Bukan masalah sederhana, mengingat masalah ini muncul dari pengurus dan petinggi partai, dan seterusnya merembet ke para pendukung masing-masing kubu. Di satu sisi ada kubu yang mendukung langkah-langkah Amien Rais, di lain kubu ada pendukung sang Ketua Umum Soetrisno Bachir.

Saya pribadi bersimpati pada Soetrisno Bachir, sebab perannya sangat jelas terhadap pertumbuhan partai; juga karena SB ‘terlihat’ ditelikung hanya untuk aktivitas dukung-mendukung calon presiden-wakil presiden 2009. Sejak SB terpilih sebagai ketua umum, ia langsung bergerak sepenuh energi mengembangkan partai. Kemudian saat-saat partai harus mengambil keputusan penting malah ditinggalkan begitu saja. Apakah ini yang dinamakan demokrasi ala PAN? Atau memang inilah wajah demokrasi kita?

Dugaan saat ini, bukan hanya SB yang mengalami pengalaman ditelikung saat-saat penting. Pasti banyak politisi yang mengalami hal sama. Hanya saja jarang tercantum dalam sejarah politik kita. Dan terjadi juga di perbagai partai politik atau organisasi massa.

Dalam kegiatan deklarasi Mega-Pro, jelas terlihat bendera PAN dikibarkan oleh pengurus partai. Padahal secara resmi PAN mendukung pasangan SBY Berbudi. Aksi kedua kubu dari pihak PAN ini jelas sekali menunjukkan perpecahan internal. Perpecahan yang diperlihatkan langsung ke publik dan massa pendukung partai. Luka etika politik seperti ini pasti susah untuk disembuhkan, dan bekasnya akan terus terasa sampai kapan pun. Efeknya tentu tidak hanya akan terasa bagi kedua kubu, namun juga pada simpati pemilih terhadap partai yang disokongnya. Semoga PAN bisa lebih baik, dapat mengambil hikmah dari kasus seperti ini. Partai politik lain juga perlu mengambil pengalaman dari sini. Semoga kondisi politik ke depan di negeri ini bisa lebih baik!


0 komentar: