loading...
Home » , , , » Sutiyoso dan Pilpres 2009

Sutiyoso dan Pilpres 2009

Kadang Sutiyoso yakin akan bertarung di pemilihan presiden 2009, tetapi ada kalanya pernyataan yang dimunculkannya terkesan ragu-ragu. Dilihat dari rekam-jejak karirnya selama ini, Sutiyoso bisa bertarung dalam pemilihan. Namun di sisi lain, ia ragu-ragu dengan dukungan partai penyokongnya. Ia masih melihat pencalonannya berdasarkan kekuatan suara partai pendukungnya. Apakah bisa mencapai 15 persen suara pemilihan atau tidak. Seperti diakui pria kelahiran Semarang, 6 Desember 1944 ini, sudah ada 14 partai baru yang siap mendukungnya.

Sutiyoso bukan orang baru untuk mengelola lembaga. Ia sudah punya pengalaman panjang. 29 tahun dihabiskan dalam dunia militer, 25 tahun di Kopassus, sempat menjadi Pangdam Jaya, lalu 10 tahun memimpin DKI Jakarta.

Untuk pencalonannya sebagai presiden, Sutiyoso mengajukan konsep kepemimpinan (lihat Deklarasi Politik Sutiyoso), antara lain:

Pertama, penghormatan terhadap nilai-nilai lama, dan menerima nilai-nilai baru yang baik pula.

Kedua, merumuskan nilai-nilai reformasi yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Ketiga, mensukseskan otonomi daerah termasuk dalam hal wewenang dan dana.

Keempat, rasa aman serta penguatan pertahanan-keamanan.

Kelima, meneruskan politik bebas-aktif. Tidak ada dominasi negara lain dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial-budaya.

Dalam pandangan Jeffrie Geovanie, hal yang harus dimatangkan oleh Sutiyoso ialah dua hal. Pertama, tim sukses yang tangguh. Dan kedua, pasangan wakil presiden dari luar pulau Jawa serta dari sipil. Untuk poin kedua, Jeffrie mempertimbangkan aspek militer-sipil, dan Jawa-Luar Jawa.

Memang jalan yang akan ditempuh Sutiyoso, jika seius mencalonkan diri, tidaklah mulus. Ada pesaing-pesaing yang sudah terlebih dahulu bergerak. Pamor pesaing itu pun ada yang lebih mentereng, misalnya Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Sukarnoputri, Jusuf Kalla, Sultan HB X, dan Wiranto.

Dukungan dari sejumlah tokoh berdatangan. Salah satunya AM Hendropriyono (mantan Kepala Badan Intelijen Negara, KH Noer Iskandar SQ (Wakil Majelis Syariah DPP PPP). Dukungan pasti akan bertambah seiring dengan waktu dan lobi-lobi politik tim Sutiyoso. Pernyataan dukungan terbaru datang dari PNI Massa Marhaen.

Bagaimana tentang keseriusan Bang Yos? Ini masih melihat perkembangan politik selama 2008-2009. Bang Yos sendiri sedang berusaha meraih dukungan sebanyak mungkin. Untuk dicalonkan sebagai wakil presiden, ia pernah menjawab diplomatis, “masih konsentrasi pada pemilihan presiden daripada jadi wakil presiden.”



sumber:
bangyos.net
bangyos.com

source: Berpolitik.com