loading...
Home » , » MELACAK SOSROKARTONO

MELACAK SOSROKARTONO


Tanpa rencana, akhirnya mampir ke makam Sosrokartono. Perjalanan dari Semarang melewati Kudus, Demak, Rembang, Dieng, hingga ke Blora. Yang paling berkesan ialah makam Sosrokartono. Mengapa? Karena baru tahu ada tokoh penting di negeri ini yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan. Orangnya jarang disebut-sebut dalam lembaran sejarah Indonesia. Padahal perannya tak kalah penting dibanding tokoh lainnya. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh hidupnya yang low profile.

Sosrokartono tak kalah berpengaruh dibandingkan dengan saudarinya RA Kartini. Bedanya, Sosrokartono lebih banyak menutup diri, menekuni kebatinan tanpa publikasi luas.

Tidak beda seperti pakar filsafat Jawa, Taufik Rahzen mengurai panjang lebar ihwal pengaruh Sosrokartono dalam pergerakan kebangsaan di Indonesia. Katanya, Sosrokartono mempengaruhi pikiran tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Lupa lagi siapa saja tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dipengaruhi pemikirannya. [Sempat ngecek majalah lama, salah satu nama yang terpengaruh ialah SK Trimurti]

Dari uraian ini, saya terkejut. Ternyata, filsafat Jawa tak kalah dibanding dengan filsafat Euro-Amerika atau pun filsafat India. Jawa pun melahirkan jalur filsafat sendiri. Filsafat Jawa yang memiliki hubungan erat dengan Kebatinan ini, tetap bertahan ditengah gempuran arus filsafat dari benua lain. Hingga hari ini, filsafat Jawa terus bertahan, dan malah terus berkembang. Walau publikasi tentang filsafat Jawa ini terbatas, terbukti masih bertahan hingga hari ini. Prestasi yang luar biasa.

Siapakah Sosrokartono? Inilah pertanyaan utamanya. Saya sendiri belum tahu banyak. Ada beberapa buku yang saya baca tentang sosrokartono. Ditulis oleh pengagum dan Sosrokartono sendiri. Tidak semua buku itu saya baca, hanya baca selintas. Jadi belum tahu betul tentang Sosrokartono. Yang jelas ia tokoh yang berpengaruh di kalangan kebatinan. Ajarannya dikenal dengan sosrokartonoan. Ia sendiri tidak menyebutkan bahwa membuat ajaran, tidak menyebut memiliki murid, dan tidak mau disebut sebagai aliran.

Perjalanan belajarnya Sosrokartono termasuk unik. Memulai dari tradisi kebangsawanan Jawa, mengecap pendidikan Barat (di Hindia Belanda dan Belanda). Dan pada akhirnya kembali ke pangkuan tradisi Jawa. Saya yakin ia sempat mempelajari filsafat dari pelbagai bangsa, filsafat dari pelbagai tradisi. Toh, ia menguasai banyak bahasa asing.

Saya belum tahu banyak ihwal saripati fisafat Sosrokartono. Kalau ada yang lebih tahu informasi, buku ataupun Yayasan Sosrokartono mohon diberitahu! Atau memang pernah ada penelitian tentang Sosrokartono dan pikiran-pikirannya?

(ARAHMAN ALI)

3 komentar:

dwi hendra said...

terima kasih tulisannya, menyemangati kita untuk maju & bangkit...
salam,

Anonymous said...

Referensi lain:
http://xendro.wordpress.com/2007/10/24/rm-panji-sosrokartono/

Anonymous said...

Beliau seorang waliyulloh