ads here
Home » » Sakit pada Saat Kencing

Sakit pada Saat Kencing

Sakit pada Saat Kencing - Anakku yang baru bberusia 2 tahun mengalami sakit setiap kali kencing. Untuk mengantisipasi ini saya memberikan cebokan yang terbuat dari daun sirih. Dikhawatirkan anak saya menderita infeksi saluran kemih atau biasa dikenal dengan anyang-anyang.

Sebenarnya tips untuk mengatasi infeksi saluran kemih  sudah pernah dibahas pada post link tersebut. Atau jika mengalami radang bisa dicoba resep radang saluran kencing.

Yang mudah dan menarik boleh juga dicoba tips aman untuk mengatasi sakit pada saat kencing. Misalnya dengan minum yang cukup, dan mengkonsumsi buah-buahan, sari buah, atau juice. Tidak lupa untuk menjaga selalu kebersihan di organ intm.


Sakit pada Saat KencingUntuk mendalami tentang infeksi saluran kemih, saya menemukan artikel di medicastore.com. Agar pngetahuan kita lebih dalam, silahkan disimak ya artikelnya.

Infeksi Saluran Kemih Anak


DEFINISI

Infeksi saluran kemih (UTI=urinary tract infection) adalah infeksi bakteri pada kandung kemih (cystitis) atau ginjal (pyelonephritis).

Infeksi saluran kemih biasa di lingkungan anak-anak. Semua yang berhubungan dengan UTI disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih terbuka dan bergerak ke atas kandung kemih dan kadangkala ginjal. Jarang terjadi, pada infeksi akut, bakteri bisa memasuki aliran darah dari ginjal dan menyebabkan infeksi pada aliran darah (sepsis) atau pada organ-organ lainnya.

Selama masa bayi, anak laki-laki lebih sering mengalami UTI. Setelah masa bayi, anak perempuan lebih sering mengalaminya. UTI lebih sering terjadi pada anak perempuan disebabkan saluran kemih mereka pendek membuat bakteri mudah bergerak ke saluran kemih. Bayi laki-laki yang belum disunat(karena bakteri cenderung tersimpan di bawah kulit khitan) dan anak kecil dengan sembelit akut juga lebih mudah mendapatkan UTI.

UTI pada anak usia sekolah yang lebih tua dan remaja sedikit berbeda dari UTI pada orang dewasa. Bayi yang lebih muda dan anak-anak yang mengalami UTIs, meskipun begitu, lebih sering terjadi memiliki berbagai struktur yang tidak normal pada sistem saluran kemih mereka yang membuat mereka lebih mudah terkena infeksi saluran kemih.

Ketidaknormalan ini termasuk vesicoureteral reflux (ketidaknormalan pada saluran kencing-pipa yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih-yang membuat air seni melewati bagian belakang dari kandung kemih ke atas ginjal) dan jumlah keadaan yang menyumbat aliran air seni. Sebanyak 50% bayi yang baru lahir dan bayi dengan UTI dan 20 sampai 30% pada usia sekolah dengan UTI mengalami beberapa ketidaknormalan.

Hingga 50% bayi dan anak prasekolah dengan UTI-khususnya mereka yang demam-mengalami infeksi kandung kemih dan ginjal. Jika ginjal terinfeksi dan reflex menjadi parah, 5 sampai 20 % anak mengalami ginjal yang terluka. Jika sedikit atau tidak ada reflux, sangat sedikit anak-anak yang mengalami luka di ginjalnya. Luka menjadi perhatian karena hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan fungsi ginjal pada masa dewasa.

PENYEBAB

Bayi yang baru lahir atau bayi dengan UTI bisa tidak memiliki gejala selain demam. Kadangkala mereka tidak makan dengan baik, lembam (lesu), muntah, atau mengalami diare. Anak yang lebih tua dengan infeksi kandung kemih biasanya mengalami rasa sakit selama buang air kecil, keinginan untuk buang air kecil dengan sering dan segera, dan rasa sakit pada bagian kandung kemih.

Mereka kemungkinan mengalami kesulitan buang air kecil atau menunda buang air kecil (incontinence). Air kencing tercium berbau busuk. Anak yang menderita infeksi ginjal biasanya mengalami rasa sakit di sebelah atau di belakang ginjal yang terinfeksi, demam, menggigil dan gejala umum karena sakit (malaise).

DIAGNOSA
Seorang dokter mendiagnosa UTI dengan meneliti air seni. Latihan bertoilet anak-anak bisa menghasilkan contoh air seni dengan buang air kecil ke dalam sebuah cangkir setelah secara menyeluruh membersihkan saluran kemih yang terbuka. Dokter memperoleh air kemih dari anak kecil dan bayi dengan memasukkan sebuah lempengan, elastis, pipa steril (kateter) melalui saluran kemih terbuka ke dalam kandung kemih. Pada bayi, dokter kadangkala mengeluarkan air kemih dari kandung kemih dengan jarum yang dimasukkan melalui kulit persis di atas tulang pubic. Air kemih yang dikumpulkan di tas plastik terikat pada daerah kelamin anak tidak membantu sekali karenan hal ini seringkali terkontaminasi dengan bakteri dan benda lainnya dari kulit.

Untuk mendeteksi sel darah putih dan bakteri pada air kemih, yang terjadi pada UTI, laboratorium meneliti air kemih dengan mikroskop dan melakukan beberapa pemeriksaan kimia. Laboratorium juga melakukan pembiakan pada air kemih untuk meningkatkan dan mengidentifikasi bakteri apapun yang ada. Pembiakan adalah pemeriksaan yang paling signifikan.

Umumnya, anak laki-laki pada segala usia dan anak perempuan yang lebih muda dari 2 tahun yang mengalami meskipun UTI tunggal membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat ketidaknormalan struktur pada sistem saluran kemih. Anak perempuan yang lebih tua yang telah mengalami infeksi berulang juga membutuhkan pemeriksaan ini. Pemeriksaan tersebut termasuk ultrasonic, yang mengidentifikasi ketidaknormalan penghalang ginjal, dan penghindar cystourethrography, yang mengidentifikasi lebih lanjut ketidaknormalan pada ginjal, saluran kemih, dan kandung kemih dan bisa mengidentifikasi ketika aliran air kemih berbalik sebagian (reflux).

Untuk cystourethrography penghindar, sebuah kateter dipasang melalui saluran kemih ke kandung kemih, sebuah pewarna dimasukkan melalui chateter, dan sinar-X digunakan sebelum dan setelah anak buang air kecil. Pemeriksaan lain, radionuclide cystourethrography, adalah cara yang sama seperti cystourethrography penghindar, kecuali jika senyawa radioaktiv ditempatkan pada kandung kemih dan gambar diambil menggunakan sebuah nuclear scanner.

Prosedur ini menekan ovarium anak atau testis untuk mengurangi radiasi dibandingkan dengan cystourethrography. Meskipun begitu, radionuclide cystourethrography lebih berguna sekali untuk mengikuti penyembuhan pada reflux dibandingkan mendiagnosanya, karena struktur tidak menguraikan dengan baik sebagaimana cystourethrography.

Jenis lain pada pemindaian nuklir kemungkinan digunakan untuk memastikan diagnosa pada pyelonephritis dan mengidentifikasikan luka pada ginjal.

PENGOBATAN
UTI diobati dengan antibiotik. Anak yang kelihatan sangat kesakitan atau yang pemeriksaam awalnya menhasilkan dugaan UTI diberikan antibiotik sebelum hasil biakan tersedia. Sebaliknya, dokter menunggu hasil pembiakan untuk memastikan diagnosa. Anak yang sangat sakit dan setiap bayi yang baru lahir diberikan antibiotik melalui mulut. Pengobatan biasanya berakhir 7 sampai 14 hari. Anak yang membutuhkan pemeriksaan untuk diagnosa ketidaknormalan struktur seringkali melanjutkan pengobatan antibiotik pada dosis rendah sampai pemeriksaan selesai.

Beberapa anak dengan kelainan struktural pada saluran kemih membutuhkan operasi untuk memperbaiki masalahnya. Yang lainnya membutuhkan antibiotik setiap hari untuk mencegah infeksi. Kelainan ringan tertentu hilang dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan.

PENCEGAHAN
Pencegahan UTI adalah sulit, namun pengetahuan kesehatan yang sesuai bisa membantu. Anak perempuan harus diajarkan untuk membersihkan sendiri dari depan ke belakang (begitu sebaliknya dari belakang ke depan) setelah buang air besar untuk memperkecil kesempatan bakteri memasuki saluran air kemih terbuka.

Menghindari mandi bathtub dengan sabun gelembung terlalu sering, yang bisa mengiritasi kulit sekitar saluran air kemih yang terbuka baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan, bisa membantu mengurangi resiko UTI. Sunat pada anak laki-laki mengurangi resiko UTI selama bayi sekitar 10 kali, meskipun hal ini tidak jelas apakah hal ini bermanfaat bagi dirinya adalah sebuah alasan yang cukup untuk melakukan sunat. Buang air kecil teratur dan buang air besar teratur bisa mengurangi resiko infeksi saluran kencing.

Sumber artikel: http://medicastore.com/penyakit/3087/Infeksi_Saluran_Kemih_Anak.html

0 komentar: