loading...
Home » » Danny Setiawan Maju Jadi Cagub Jabar

Danny Setiawan Maju Jadi Cagub Jabar

Danny Setiawan tak mau kalah dari calon gubernur lainnya. DS melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh, pimpinan ormas, dan sesepuh Jawa Barat di Gedung Pakuan Bandung (16/9/2007). Pada kesempatan tersebut, hadir HAM Ruslan (Ketua DPRD Jawa Barat), Tutty Hayati Anwar (Bupati Majalengka, yang juga mencalonkan diri), Dadang S Muchtar (Bupati Karawang), Herman Sutrisno (Walikota Banjar), dan Dada Rosada (Walikota Bandung).

Dilihat dari nama-nama yang hadir, jelas DS memanfaatkan jaringan birokrasi yang ada dibawahnya, sekaligus menggalang kekuatan untuk pencalonan dari Partai Golkar Jawa Barat. Kehadiran Dada Rosada aneh juga, sebab saat mencuatnya kasus sampah di kota Bandung, hubungan Dada Rosada – Danny Setiawan agak renggang. Kini mereka mulai bersekutu kembali demi PILKADA JABAR 2008. DS terlihat mengandalkan kekuatan partai politik, oganisasi masyarakat, sesepuh Jawa Barat, dan jaringan birokrasi.

Disisi lain, kehadiran Tutty Hayati Anwar juga patut dipertanyakan. Apakah THA serius mencalonkan diri menjadi calon wakil gubernur lewat Partai Golkar? Jangan-jangan, THA hanya mempersiapkan jabatan baru paska selesai menjabat Bupati Majalengka. Ya setidaknya masuk dalam daftar pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan Jawa Barat. Soalnya, kecil kemungkinan DS mencari calon wagub dari Partai Golkar, pasti berusaha mencari dari partai politik lain yang menjanjikan tambahan suara. Koalisi ini untuk meyakinkan kemenangan saja. Hal berbeda jika parpol lain tidak tertarik dengan tawaran dari PG, mau tak mau cagub dan cawagub berasal dari PG. Katanya, pasangan Danny-Uu sudah didukung oleh 23 DPD kabupaten/kota PG Jabar.

Silahturahmi ini dihadiri pula oleh KH Abdul Azis (Ketua Dewan Syura DPW PKB Jabar), Ginanjar Darajat (Ketua Bidang Petani dan Perburuhan), Tjetje H. Padmadinata, K.H. Lukmanul Hakim, Asep Sunandar Sunarya, Asep Truna, Ny. Popong Otje Djundjunan, Suryatna Subrata, Nurhaman, Bubun Bunyamin, Oong Sutisna (KTNA Jabar), KH Jejen, Maulani (DMI Jabar), Ny. Dedi Wijaya (Apindo Jabar) dan Aceng Eno.

Silahturahmi pendukung DS ini tidak dihadiri oleh Uu Rukmana (berniat mencalonkan diri juga), dan Ali Hasan (Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilkada PG). Jangan-jangan keduanya, juga sedang menyusun kekuatan di tempat lain. Dalam benak urang Sunda, Uu Rukmana mendapat citra baik. Ia dikenal konsen dan mau turun tangan untuk permasalahan Sunda.


YANCE TERUS GALANG KEKUATAN
Di tempat terpisah, Yance (alias Irianto M.S. Syafiuddin yang menjabat Bupati Indramayu) mendapat dukungan dari Forum Angkatan Muda Keluarga Besar Muhammadiyah Jabar dan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (Adpisi). Dukungan ini disampaikan di Pendopo Bupati Indramayu (15/9/2007) oleh Dr. H. Ajidin, M.Pd. dan Dr. H. Mahmud Syafei M.A. dari Adpisi, serta Drs. H. Cucu Sachrun dari kader muda Muhammadiyah. Yang perlu dipertanyakan, sejauh mana laju Yance dalam pencalonan dirinya sebagai cagub atawa cawagub. Di PG, dukungan tipis, ya untuk menjadi cawagub sudah lumayan. Perhitungan ini mengingat calon-calon lain dari PG yang lebih kuat dukungannya. Andaikata ingin bersekutu dengan partai lain, setidaknya dengan Rudy Harsa Tanaya. Itu pun kalau berniat membelot di tengah jalan dari kesepakatan pertemuan DPD kabupaten/kota PG Jabar.


Dinamika di PG Jabar tentu menarik perhatian warga Jabar. Mendapat perhatian lebih, karena terkesan demokratis (walau kebanyakan diramaikan oleh birokrat). Saya bertanya-tanya, apakah partai lain melakukan hal serupa? Di harian Pikiran Rakyat gerak-gerik PG selalu mendapat perhatian lebih dibanding aktivitas partai lain. Apakah karena HAM Ruslan (orang PG yang juga orang dalam di Pikiran Rakyat) hingga aktivitas PG terus-menerus difollow-up?

1 komentar:

dicky said...

kalo PR mihak PG apa bedanya PR sama Suara Karya? hehehe...

Jangan berat di partai pak..jangan cuma mikirin GOLONGAN sendiri..pikirin rakyat. karena rakyat yang melakukan PERJUANGAN sampai Indonesia merdeka