loading...
Home » » M.Z. AL-FAQIH bicara MEDIA dan PILKADA

M.Z. AL-FAQIH bicara MEDIA dan PILKADA

Di kolom opini Pikiran Rakyat (27/8/2007) saya menemukan tulisan M.Z. AL-FAQIH, yang berjudul “Media dan Pilkada”. Beliau adalah anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat, Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat, dan Dosen Universitas Sangga Buana YPKP. Tulisan ini menarik untuk dibaca. Mengapa? Karena menganjurkan media yang jujur, serta memberikan berita yang benar (+ tidak bias) kepada pembacanya. Tulisan ini disusun sebagai warning kepada media (massa) penyiaran dalam menghadapi PILKADA di Jawa Barat, terutama Kota Tasikmalaya, Kota Cimahi, Kota Bekasi, dan Kota Cirebon

Berikut ini sedikit kutipan yang saya ambil dari tulisan tersebut:

Media dalam hajat politik ini harus berhati-hati, jangan sampai media terdorong menjadi alat dari sekelompok kepentingan yang kemudian akan mengingkari kedaulatan publik.

Kita sebagai warga Jawa Barat jika tidak ingin demokrasi dibajak oleh kaum oligarki [pemilik uang dan kekuasaan] itu, sudah saatnya kita mendorong media agar berdiri di garda terdepan dalam mengawal demokrasi. Kita pinta media untuk mengarahkan demokrasi berpihak pada rakyat bukan sekelompok pihak. Media punya tanggung jawab itu karena media merupakan pilar demokrasi. Kembalikan demokrasi sebagai alat menyuarakan kepentingan publik. Jangan sampai demokrasi yang sejatinya bepihak pada rakyat, justru menjadi alat untuk melayani kaum oligarki.

Media juga punya tanggung jawab menciptakan pemilu kepala daerah yang aman dan tertib. Bagaimanapun, pemilu kepala daerah menyimpan potensi konflik horizontal yang besar. Kedekatan para calon dengan massa pemilih berpotensi menimbulkan konflik tatkala calon yang diusung kalah dalam pemilihan. Dalam konteks ini, media punya peran melakukan penyadaran terhadap massa pemilih dan para calon bahwa siapa pun yang kalah harus siap menerima kekalahan, dan siapa pun yang menang juga jangan berbangga berlebihan. Yang menang harus menunjukkan kinerja yang nyata. Ini adalah fungsi media
sebagai perekat sosial.

Bangsa ini telah terlalu sering hidup dalam konflik. Saatnya kita berpikir bagaimana membangun negeri ini dari keterpurukan.

Anjuran dan warning dari MZ Al-Faqih tentu bukan untuk media di Jawa Barat saja, namun berlaku pula di seluruh Indonesia. Media penyiaran di negeri ini perlu memperhatikan tulisan ini.

0 komentar: