loading...
Home » , » Siapa Dalang Bom JW Marriot dan Ritz Carlton?

Siapa Dalang Bom JW Marriot dan Ritz Carlton?

Baca Kompas, ada opini yang menjurus pada tuduhan pada Jamaah Islamiah. Saya heran, tuduhan seperti ini kok cepat sekali disebarkan, padahal pihak kepolisian dan intelijen kita belum memberikan hasil final. Masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. Apakah ini benar-benar tindakan dari Jamaah Islamiah? Atau berhubungan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009?

Sejauh ini ada beberapa pendapat yang beredar tentang motif/alasan/dalang dari bom bunuh diri ini, yakni:

Pertama, berkaitan dengan Jamaah Islamiah. Terkadang dikaitkan dengan Al Qaeda-nya Osama bin Laden. Tentu saja tudingan ini kemudian mengarah kepada kelompok Islam tertentu.

Kedua, berkaitan dengan Pilpres 2009. Ada yang berpendapat bahwa ada pihak-pihak tertentu yang tidak terima dengan hasil Pilpres. Motif ini agak meragukan sekali, karena untuk apa bom Marriot-Carlton jikalau hanya kecewa dengan Pilpres. Terlalu beresiko mengambil tindakan seperti ini.

Ketiga, berkaitan dengan niat untuk memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Ini agak kabur. Entah siapa dalangnya, dan kepentingan siapa yang diuntungkan.

Dari ketiga motif ini masih belum ada yang pasti. Karena masih berdasarkan opini tanpa bukti yang jelas. Kemudian masih opini sporadis, terlihat sekali kepanikan menghadapi masalah seperti ini. Bukan berdasarkan fakta dan bukti otentik lagi mengeluarkan pendapat, namun lebih condong pada emosi. Padahal masalah sebaiknya dilihat dulu kasus per kasus, baru kemudian membuat generalisasi. Bukan generalisasi terdahulu berdasarkan teori, baru melihat bukti kasus.

Saya setuju sekali dengan pernyataan MUI (Din Syamsudin) dan NU (Hashim Muzadi) jangan sembarangan membuat tudingan. Karena pasti berdampak buruk: akan saling tuding! Lebih baik cari dulu bukti, baru kemudian adili tersangka. Kalau seperti ini terus (saling tuding) kapan akan beres masalahnya. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Biarkan kepolisian dan intelijen bekerja menyelesaikan kasus, baru adili sesuai dengan hukum yang berlaku.

[note: belum menemukan opini lain tentang motif peristiwa bom bunuh diri ini. kalau dikaitkan dengan Manchester United tentu berlebihan. ada pula yang mengaitkan dengan para pelaku bisnis pertambangan yang kumpul di hotel tersebut, namun alasan ini juga tidak kuat.]

Btw, marah sekali dengan peristiwa ini, berduka terhadap korban. Efeknya buruk sekali terhadap Indonesia. Lima tahun membangun citra baik, menata lagi pariwisata, dan sebagainya. Hancur begitu saja, hanya gara-gara teroris. Saatnya semua bersatu melawan teroris. Ini sudah bukan urusan pemerintah Indonesia saja, tetapi seluruh Indonesia.


0 komentar: